Rabu, 19 Oktober 2011

Keamanan da Ketertiban Masyarakat

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillahi rabbil‘alamin kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya sehingga penyusunan tugas kelompok mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan “Keamanan Dan Ketertiban di Masyarakat” ini dapat terselesaikan. Tugas ini dimaksudkan sebagai penerapan teori yang diperoleh saat di ruang kuliah untuk dicocokkan dengan kehidupan  masyarakat  yang  sebenarnya terutama pada bidang  keamanan dan ketertiban . Diharapkan dengan adanya tugas ini dapat membantu para mahasiswa untuk lebih memahami materi kuliah yang diberikan pada tatap muka dan sekaligus dapat mengetahui kehidupan bermasyarakat sebenarnya. Tentunya  tugas ini tidak dapat menggantikan fungsi tatap muka yang memang seharusnya diikuti oleh para mahasiswa.
Tugas ini menjelaskan tentang ”tingkat keamanan  dan ketertiban di masyarakat”  yang dibahas dalam  mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, yang biasanya menjadi permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yang kemudian menjurus ke masalah sosial , ekonomi, dan kriminalitas.
Mengingat bahwa fungsi tugas ini membantu memperlancar dalam mengikuti kuliah, maka hendaknya para mahasiswa  memahami dan mengerjakan tugas ini dengan sebaik-baiknya.
Disadari juga bahwa tugas ini masih jauh dari sempurnaan, karena itu penulis selalu mengharapkan adanya saran-saran untuk lebih sempurnanya tugas ini.
Tidak  lupa  juga  penulis  sampaikan  terima kasih kepada rekan-rekan dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini.
Semoga makalah ini juga bermanfaat bagi pembaca untuk membantu dalam menghadapi masalah perekonomian. Serta menambah wawasan kepada pembaca untuk menghadapi dunia kerja. Penyusunan makalah ini mungkin masih banyak yang perlu diperbaiki, maka kami mohon saran dan kritik dari pembaca. Kami sampaikan terima kasih.   

Jember, 12 Oktober  2011


Penyusun


Penulis


Penulis



                                                                                                                                                Jember, 25 Mei 2011




Penulis



 
 









DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................................       
Kata Pengantar.............................................................................................................       
Daftar Isi......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................
1.1  Latar Belakang...........................................................................................
1.2  Tujuan ........................................................................................................
1.3  Manfaat .....................................................................................................
1.4  Rumusan Masalah.......................................................................................
1.5  Metode Penulisan.......................................................................................
BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................
2.1  Pengertian Keamanan.................................................................................
2.2  Faktor-faktor yang mempengaruhi keamanaan ……………………..
BAB III PEMBAHASAN...........................................................................................
3.1 Kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat....................................................................................................................
3.2       Faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat    
3.3 Implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan        
BAB IV PENUTUP.....................................................................................................
4.1 Kesimpulan ................................................................................................
4.2 Saran ..........................................................................................................  










BAB 1  PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang
     

1.2. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai setelah  melakukan peninjauan di masyarakat sekitar tentang keamanan di lingkungan mereka antara lain :
1.      Mahasiswa mengetahui permasalahan yang dialami masyarakat.
2.      Mahasiswa mengetahui kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
3.      Mahasiswa mengerti faktor-faktor yang berpengaruh pada keamanan masyarakat.
4.      Mahasiswa mengetahui implikasi keamanan terhadap ketahanan lingkungan.
5.      Mahasiswa memikirkan solusi yang dapat membantu masalah keamanan yang ada di masyarakat.
1.3.  Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai setelah  mahasiswa melakukan peninjauan di masyarakat sekitar tentang keamanan di lingkungan mereka antara lain :
1.      Mahasiswa mengetahui keadaan keamanan di masyarakat.
2.      Sumbangan pemikiran ilmiah kepada pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya yang berkepentingan untuk digunakan dalam menentukan kebijaksanaan pembangunan di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat.
3.      Mahasiswa mengetahui pengertian tentang keamanan.
4.      Mahasiswa memiliki wawasan tentang keamanan dan ketertiban di kehidupan masyarakat sekaligus cara mengatasi permasalahan yang muncul.
5.      Mahasiswa mengetahui kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
6.      Mahasiswa mengerti faktor-faktor yang berpengaruh pada ketertiban dan keamanan masyarakat.




1.4. Rumusan masalah
Rumusan masalah yang digunakan dalam penyusunan makalah Ketertiban dan Keamanan Masyarakat antara lain :
1.      Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
2.      Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
3.      Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
1.5. Metode Penulisan
            Metode yang digunakan dalam tugas ini adalah metode “pendataan atau wawancara langsung  dan analisis“, yaitu mahasiswa langsung melakukan tatap muka dengan beberapa nara sumber dan berdasarkan teori yang telah dipelajari akan menganalisa hasil dari pendataan tersebut yang disusun sebagai tugas laporan.



BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Pengertiaan keamanan
           
            Rasa saling percaya dan harmoni antar kelompok dan golongan masyarakat merupakan faktor yang penting untuk menciptakan rasa aman dan damai. Peristiwa pertikaian dan konflik antar golongan dan kelompok yang mewarnai perpolitikan merupakan pertanda rendahnya saling percaya dan tiadanya harmoni di dalam masyarakat. Oleh karena itu, agar terciptanya rasa aman dan damai secara berkelanjutan, rasa percaya dan harmoni antar kelompok harus terus dipelihara dan dibangun, serta pertikaian dan konflik perlu untuk ditangani dan diselesaikan.

Penegakan supremasi hukum berdasarkan nilai luhur serta penghormatan terhadap hak asasi manusia mengalami hambatan. Hal ini disebabkan banyaknya peraturan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah kurang mencerminkan aspirasi masyarakat. Tidak dilibatkannya masyarakat oleh pemerintah untuk ikut berperan secara aktif dalam proses pembentukan peraturan perundang-undangan merupakan permasalahan sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan dibidang hukum.

Dalam era transparansi, dan proses demokratisasi serta tingkat kemajuan masyarakat yang makin tinggi maka segala bentuk ketidakadilan, kesenjangan dan distorsi itu tidak dapat tersalurkan dan terselesaikan secara memadai, hal itu dapat menyebabkan terjadi gejolak emosional, kerusuhan sosial dan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Krisis kepercayaan terhadap pemerintahan telah mengakibatkan menurunnya kewibawaan pemerintah daerah, dan rendahnya respon masyarakat dalam menangkal berbagai friksi sosial politik yang terjadi di masyarakat. Keadaan tersebut, apabila tidak segera ditangani akan menimbulkan hambatan intern di daerah, yang pada akhirnya akan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pembangunan dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat menghadapi tantangan yang cukup berat terutama dalam hal menghadapi ancaman dan perubahan tuntutan dan dinamika perkembanga masyarakat yang begitu cepat seiring dengan perubahan sosial politik dalam negeri yang membawa implikasi dalam segala bidang kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Tantangan-tantangan yang dihadapi dalam rangka menciptakan dan mempertahankan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat adalah kemungkinan menghindari konflik regional, dan pengaruh negatif dari luar yang semakin terbuka dikarenakan era globalisasi dan keterbukaan di berbagai bidang kehidupan, sehingga kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan perlu ditingkatkan dan dipahami oleh semua komponen masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
 Semua bentuk pelanggaran keamanan dan ketertiban cenderung disebabkan karena terjadinya persaingan yang semakin ketat antar warga masyarakat di dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Tindakan yang melanggar aturan seolah-olah menjadi suatu hal yang biasa dilakukan.

Upaya penertiban yang dilakukan aparat kadang-kadang menjadi kurang berdaya karena kondisi dilematis, baik akibat dan substansi permasalahan maupun dari segi kemampuan aparatnya.

Pergeseran nilai-nilai yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat secara berangsur-angsur mengakibatkan timbulnya budaya atau kebiasaan hidup tidak tertib, tidak jarang masyarakat melakukan tindakan-tindakan dengan caranya sendiri.

Krisis diberbagai dimensi yang berkepanjangan dan belum menunjukkan adanya penyelesaian yang menyeluruh merupakan tantangan yang harus dihadapi pemerintah yang semakin ketat dalam seluruh aspek kehidupan tetap akan menimbulkan terjadinya pelanggaran dalam upaya menciptakan ketertiban masyarakat.


2.2.Faktor-faktor yang mempengaruhi keamanan


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEAMANAN
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melindungi diri dari bahaya kecelakaan yaitu usia, gaya hidup, status mobilisasi, gangguan sensori persepsi, tingkat kesadaran, status emosional, kemampuan komunikasi, pengetahuan pencegahan kecelakaan, dan faktor lingkungan. Perawat perlu mengkaji faktor-faktor tersebut saat merencanakan perawatan atau mengajarkan klien cara untuk melindungi diri sendiri. 

1. Usia 
Individu belajar untuk melindungi dirinya dari berbagai bahaya melalui pengetahuan dan pengkajian akurat tentang lingkungan. Perawat perlu untuk mempelajari bahaya-bahaya yang mungkin mengancam individu sesuai usia dan tahap tumbuh kembangnya sekaligus tindakan pencegahannya. 

2. Gaya Hidup 
Faktor gaya hidup yang menempatkan klien dalam resiko bahaya diantaranya lingkungan kerja yang tidak aman, tinggal didaerah dengan tingkat kejahatan tinggi, ketidakcukupan dana untuk membeli perlengkapan keamanan,adanya akses dengan obat-obatan atau zat aditif berbahaya. 

3. Status mobilisasi 
Klien dengan kerusakan mobilitas akibat paralisis, kelemahan otot, gangguan keseimbangan/koordinasi memiliki resiko untuk terjadinya cedera. 

4. Gangguan sensori persepsi 
Sensori persepsi yang akurat terhadap stimulus lingkungan sangat penting bagi keamanan seseorang. Klien dengan gangguan persepsi rasa, dengar, raba, cium, dan lihat, memiliki resiko tinggi untuk cedera. 

5. Tingkat kesadaran 
Kesadaran adalah kemampuan untuk menerima stimulus lingkungan, reaksi tubuh, dan berespon tepat melalui proses berfikir dan tindakan. Klien yang mengalami gangguan kesadaran diantaranya klien yang kurang tidur, klien tidak sadar atau setengah sadar, klien disorientasi, klien yang menerima obat-obatan tertentu seperti narkotik, sedatif, dan hipnotik. 

6. Status emosional 
Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan klien menerima bahaya lingkungan. Contohnya situasi penuh stres dapat menurunkan konsentrasi dan menurunkan kepekaan pada simulus eksternal. Klien dengan depresi cenderung lambat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan. 

7. Kemampuan komunikasi 

Klien dengan penurunan kemampuan untuk menerima dan mengemukakan informasi juga beresiko untuk cedera. Klien afasia, klien dengan keterbatasan bahasa, dan klien yang buta huruf, atau tidak bisa mengartikan simbol-simbol tanda bahaya. 

8. Pengetahuan pencegahan kecelakaan 
Informasi adalah hal yang sangat penting dalam penjagaan keamanan. Klien yang berada dalam lingkungan asing sangat membutuhkan informasi keamanan yang khusus. Setiap individu perlu mengetahui cara-cara yang dapat mencegah terjadinya cedera. 


9. Faktor lingkungan 
Lingkungan dengan perlindungan yang minimal dapat beresiko menjadi penyebab cedera baik di rumah, tempat kerja, dan jalanan.

10. Faktor Fisiologis

Sistem pada tubuh manusia bekerja secara terkoordinasi dengan baik, apabila salah satu sistem tidak bekerja maka hal tersebut akan mengancam keamanan seseorang. Misalnya orang akan menarik tangannya jika menyentuh sesuatu benda yang terasa panas, dan sebagainya.

a. Sistem Muskoloskeletal

Kesatuan muskoloskeletal merupakan hal yang sangat esensial dalam pembentukan postur dan pergerakan yang normal. Kerusakan yang terjadi pada mobilitas dan kemampuan untuk merespon terhadap hal yang membahayakan, dan ini meningkatkan risiko terhadap injuri. Masalah muskoloskeletal yang mengganggu keamanan dapat diakibatkan oleh keadaan seperti fraktur, osteoporosis, atropi otot, artritis, atau strains dan sprains.

b. Sisetem Neurologis

Koordinasi yang baik dalam sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi akan menciptakan sistem yang baik pada individu. Rangsangan yang diterima dari saraf tepi akan diteruskan ke sistem saraf pusat melalui proses persepsi kognisi yang baik sehingga seseorang dapat memutuskan dalam melakukan proses berfikir. Hal tersebut akan menciptakan seseorang mampu melakukan orientasi dengan baik terhadap orang, tempat dan waktu sehingga orang akan merasa nyaman.

Gangguan neurologis yang dapat mengancam keamanan seperti cedera kepala, medikasi/pengobatan, alkohol dan obat-obatan, stroke, injuri tulang belakang, penyakit degeneratif (seperti Parkinson dan Alzaimer), dan tumor kepala.

c. Sistem Kardiorespirasi

Sistem kardiorespirasi yang baik memungkinkan tubuh untuk dapat beristirahat karena suplai O2 dan nutrisi untuk sel, jaringan dan organ tercukupi dengan baik. Adapun kondisi gangguan sistem kardiovaskuler yang mengganggu keamanan adalah hipertensi, gagal jantung, kelainan jantung bawaan, atau penyakit vaskuler bagian tepi. Penyakir respirasi atau pernafasan yang mengganggu keamanan seperti kesulitan bernafas, wheezing, danm kelelahan yang diakibatkan oleh tidak toleransi terhadap aktivitas, keterbatasan mobilitas.

d. Aktivitas dan Latihan

Kondisi aktivitas dan latihan tubuh bereaksi secara cepat pada kedaruratan. Keterbatasan dalam aktivitas dan latihan akan mengganggu seseorang dalam mengenali hal yang mengancam dirinya dari luar.

e. Kelelahan (Fatigue)

Fatigue akan mengakibatkan keterbatasan dalam persepsi terhadap bahaya, kesulitan mengambil keputusan dan ketidakadekuatan dalam pemecahan masalah. Fatigue dapat diakibatkan karena kurang tidur, gaya dan pola hidup, jam pekerjaan, stress, atau karena berbagai macam pengobatan, yang dapat mengancam keamanan.

11. Faktor Toleransi tehadap stress dan Mekanisme Koping

Faktor seperti kecemasan dan depresi merupakan permasalahan yang akan mengganggu keamanan seseorang, dimana seseorang akan kesulitan dalam mengekspresikan sesuatu. Contoh, seseorang yang mengalami kecemasan mengenai prosedur operasi, maka seseorang tersebut akan mengalami miskomunikasi tentang informasi apa yang akan dia lakukan setelah operasi sehingga akan mengancam keamanan dia waktu pulang ke rumah sehingga akan muncul masalah komplikasi setelah operasi.

Mekanisme koping seseorang tehadap stress berhubungan langsung dengan keamanan. Faktor kepribadian seseorang memainkan peranan dalam keamanan. Menarik diri, pemalu dan ketidakpercayaan berpengaruh pada peningkatan keamanan, sehingga seseorang perlu untuk belajar kembali atau mereka akan mengalami masalah gangguan jiwa/mental.

12. Faktor Lingkungan

a. Rumah

Keamanan di rumah menyangkut tentang ventilasi, pencahayaan, pengaturan panas dan sebagainya. Pengaturan perabot rumah tangga merupakan bagian penting dari keamanan di dalam rumah. Penataan yang baik dari peralatan dapur, kursi, penempatan ruangan, tangga sangat menentukan keselamatan dan keamanan seseorang. Penggunaan senjata tajam, rokok, lantai rumah dari bahan kimia dan penyimpanan bahan kimia akan membantu dalam pencegahan baya dalam rumah termasuk sumber listrik dan api.

Masalah utama yang dapat terjadi dalam rumah adalah adanya risiko adanya untuk jatuh.

b. Tempat kerja

Tempat kerja akan mengakibatkan gangguan keamanan dengan adanya risiko untuk terjadi injuri pada seseorang. Bahaya yang dapat ditimbulkan dari jenis pekerjaan dan tempat seseorang bekerja, baik secara fisik, mekanik, ataupun kimia. Dalam bekerja maka seseorang sangat membutuhkan adanya suatu kondisi yang ergonomis, sehingga perlu adanya pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dalam mencegah terjadinya injuri atau kecelakaan kerja.

c. Komunitas

Seting tempat komunitas dapat mengakibatkan gangguan keamanan seperti kegaduhan, kebisingan, pencahayaan yang kurang baik di tempat umum maupun pusat bermain. Sanitasi lingkungan juga sangat berperan dalam peningkatan keamanan individu dalam komunitas.

d. Tempat pelayanan kesehatan

Pusat pelayanan kesehatan dapat mengganggu keamanan seseorang baik bagi petugas kesehatan maupun pasiennya. Bahaya dapat ditimbulkan karena peralatan, kesalahan prosedur dan sebagainya. Hal ini perlu adanya standar operasional prosedur yang baku dan diperbaharui di RS sehingga kebutuhan akan keamanan dapat terpenuhi untuk semua yang ada dalam rumah sakit.

e. Temperatur

Perubahan suhu dan cuaca sangat berpengaruh terhadap keamanan seseorang. Perlu adanya penyesuaian diri terhadap perubahan temperatur/suhu yang ada sehingga kebutuhan keamanan seseorang dapat terpenuhi.


f. Polusi

Polutan yang bebas terdapat di lingkungan ataupun di udara bebas akan menggangu keamanan seeorang. Bahan kimia dalam produk kimia yang terdapat baik di udara, air dan tanah akan menganggu ekosistem yang ada.

g. Sumber listrik

Pengaturan sumber-sumber listrik yang ada di rumah ataupun dimanapun sanagt muttlak diperlukan untuk mencegah terjadinya sengatan listrik ataupun kebakaran.

h. Radiasi

Radiasi yang ada akan mengakibatkan terjadinya mutasi gen ataupun kematian sel sehingga mengakibatkan tubuh seseorang menjadi rentan sehingga keamanan seseorang dapat mengalami masalah.

13. Faktor Penyakit

Penyakit sanagt mempengaruhi seseorang untuk mengalami masalah dalam pemenuhan kebutuhan keamanan. Penyakit seperti HIV/AIDS, hepatitis merupakan penyakit yang dapat menjadikan tubuh untuk mengalami penurunan yang drastis. Perlu adanya kewaspadaan yang baik dalam pengenalan hal tersebut, termasuk tindakan pencegahan sehingga infeksi nosokomial tidak terjadi atau dapat dicegah baik dalam seting RS, klinik ataupun keluarga.

14. Faktor Ketidakpengindahan tentang Keamanan

Hal ini berkaitan dengan kesadaran diri individu dalam pemenuhan kebutuhan keamanan. Apabila standar prosedur telah dilakukan sesuai dengan kepatuhan yang ada maka keamanan seseorang dapat tercipta.

-                      Untuk factor – factor yang mempengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat disini umumnya antara lain :
1.                  Tingkat kesadaran dari tiap – tiap warga akan pentingnya keamana di lingkungan mereka sendiri meskipun kadang – kadang kesadaran dari tiap-tiap warga tidak sama.
2.                  Factor dari anak – anak muda , yaitu biasanya anak muda yang salah pergaulan yang sering membuat masalah, mekipun masalah yang diperbuat tidak seberapa misalnya mencuri ayam , buah – buahan , dan lain-lain. Tetapi ada juga anak muda yang baik yang dengan kesadarannya ikut membantu menjaga keamanan di lingkungannya.
3.                  Factor dari pendatang yang tidak sering menggangu masyarakat lingkugan disini, misalnya naek sepeda motor ngebut , membuang sampah sembarangan , sering ribut sendiri dan lain – lain. Tetapi ada juga pendatang – pendatang yang  juga mempunyai kesadaran untuk ikut menjaga keamanan lingkungan warga disini, dengan ikut serta di kegiatan pos kampling dan ronda.
4.                  Tingkat perekonomia yang buruk dan yang tidak sama yang mungkin kadang – kadang menjadi masalah timbulnya perbuatan criminal , misal pencurian , penjambretan , pemalakan dan lain-lain.
5.                  Tingkat premanisme yang semakin meningkat karena banyaknya pengangguran yang  berada disekitar daerah lingkungan warga kami, yang sering meresahkan.






BAB 3 PEMBAHASAN
3.1 Pembahasan dari kegiatan wawancara narasumber

- Nama
- Alamat

- Umur
- Status
- Jabatan di lingkungan
- Pendidikan terakhir
- Pekerjaan
; Bpk.  Sukamto
; Jemberlor , Patrang , Kab. Jember
  RT 02 / RW 02
; 38 tahun
; Sudah menikah
; RT
; SMA
; Staf kantor Dinas Perhutanan Kab.Jember

1.    Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
-       Di kelurahan Jemberlor , kecamatan Patrang RT 02 / RW 02, untuk warganya semua menyadari akan pentingnya keamanan lingkungan di daerahnya, karena dengan itu mereka bisa hidup dan beraktifitas dengan tenang tanpa takut akan gangguan keamanan di lingkungan mereka sendiri. Dengan kata lain warga disini dengan senang hati berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka sendiri , dengan cara mengadakan kegiatan ronda dan pos kampling. Tetapi pernah juga dalam pelaksanaan kegiatan tersebut ada warga yang senantiasa meluangkan waktu untuk kegiatan pos kampling maupun ronda, tetapi ada juga yang merasa sibuk sendiri dengan pekerjaannya maupun ada juga yang alasan lelah. Akan tetapi berkat kekompakan serta rasa tanggung jawab mereka terhadap keamanan lingkungan mereka sendiri warga tersebut perlahan – lahan membenahi kegiatan mereka dengan mengusahakan agar dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut. Bahkan saya sendiri harus rela dimarahin istri saya saat pertama kali ikut serta dalam kegiatan lingkungan ini, tapi perlahan – lahan istri dan keluarga saya mengerti bahwa saya juga mempunyai hak untuk menjaga keamanan lingkungan , meskipun lingkungan RT 01/ RW III ini telah memerkerjakan salah satu warganya untuk menjadi Hansip agar lingkungan kami terjaga keamanannya. Tetapi dengan keikut sertaan warga kami menganggap keamanan lingkungan kami dapat lebih aman lagi.
2.    Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
Faktor-faktor yang mempengaruhi kemanan dan keselamatan adalah faktor fisiologis (sistem muskoloskeletal, sistem neurologis, sistem cardirespirasi, aktivitas dan latihan, kelelahan), faktor toleransi terhadap stress dan mekanisme koping, faktor lingkungan (rumah, tempat kerja, komunitas, tempat pelayanan kesehatan, temperatur, polusi, bahan-bahan elektik/listrik, radiasi), faktor penyakit dan faktor ketidakpengindahan tentang kebutuhan keamanan.

1. Usia 
Individu belajar untuk melindungi dirinya dari berbagai bahaya melalui pengetahuan dan pengkajian akurat tentang lingkungan. Perawat perlu untuk mempelajari bahaya-bahaya yang mungkin mengancam individu sesuai usia dan tahap tumbuh kembangnya sekaligus tindakan pencegahannya. 

2. Gaya Hidup 
Faktor gaya hidup yang menempatkan klien dalam resiko bahaya diantaranya lingkungan kerja yang tidak aman, tinggal didaerah dengan tingkat kejahatan tinggi, ketidakcukupan dana untuk membeli perlengkapan keamanan,adanya akses dengan obat-obatan atau zat aditif berbahaya. 

3. Gangguan sensori persepsi 
Sensori persepsi yang akurat terhadap stimulus lingkungan sangat penting bagi keamanan seseorang. Klien dengan gangguan persepsi rasa, dengar, raba, cium, dan lihat, memiliki resiko tinggi untuk cedera. 

4. Tingkat kesadaran 
Kesadaran adalah kemampuan untuk menerima stimulus lingkungan, reaksi tubuh, dan berespon tepat melalui proses berfikir dan tindakan. Klien yang mengalami gangguan kesadaran diantaranya klien yang kurang tidur, klien tidak sadar atau setengah sadar, klien disorientasi, klien yang menerima obat-obatan tertentu seperti narkotik, sedatif, dan hipnotik. 

5. Status emosional 
Status emosi yang ekstrim dapat mengganggu kemampuan klien menerima bahaya lingkungan. Contohnya situasi penuh stres dapat menurunkan konsentrasi dan menurunkan kepekaan pada simulus eksternal. Klien dengan depresi cenderung lambat berfikir dan bereaksi terhadap stimulus lingkungan. 

6. Kemampuan komunikasi 

Klien dengan penurunan kemampuan untuk menerima dan mengemukakan informasi juga beresiko untuk cedera. Klien afasia, klien dengan keterbatasan bahasa, dan klien yang buta huruf, atau tidak bisa mengartikan simbol-simbol tanda bahaya. 


7. Pengetahuan pencegahan kecelakaan 
Informasi adalah hal yang sangat penting dalam penjagaan keamanan. Klien yang berada dalam lingkungan asing sangat membutuhkan informasi keamanan yang khusus. Setiap individu perlu mengetahui cara-cara yang dapat mencegah terjadinya cedera. 


8. Faktor lingkungan 
Lingkungan dengan perlindungan yang minimal dapat beresiko menjadi penyebab cedera baik di rumah, tempat kerja, dan jalanan.


3.                  Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
-                      Dengan mempergiat kegiatan untuk menjaga keamanan lingkungan sini dengan ronda dan pos kampling.
-                      Mengadakan pendataan bagi para pendatang sehingga para petuga RT dan RW dapat memantau kepribadian orang tersebut dengan bekerja sama dengan masyarakat sekitar.
-                      Menekan premanisme yang  ada di lingkungan tempat tinggal kami khususnya RT02/RW 02.
-                      Memberikan pengarahan oleh para ulama dan RT/RW kepada anak – anak muda sekitar lingkungan kami akan pentingnya menghargai orang lain dan pentingnya rasa aman dalam bermasyarakat, serta membelajari untuk menambah kegiatan keagamaan.
-                      Memulai kesadaran dari dalam diri kami sendiri akan pentingnya rasa aman agar kami bisa hidup di lingkungan kami sendiri tanpa rasa was – was.




- Nama
- Alamat

- Umur
- Status
- Jabatan di lingkungan
- Pendidikan terakhir
- Pekerjaan
; Bpk. Edi Purwanto
; Jemberlor , Patrang , Kab. Jember
  RT 02 / RW 02 , no 29
; 42 tahun
; Sudah menikah
; Warga
; SMA
; Pedagang sembako

1.Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
·         Dalam mengatasi gangguan keamanan di masyarakat , kami selaku warga Jemberlor  RT 02/ RW 02 selalu bersemangat dalam menggalang kerja sama antar warga dalam rangka meningkatkan keamanan di lingkungan kami dengan cara yang sama dengan pemikiran warga yang lain dengan membentuk kelompok tugas jaga malam atau dengan system ronda , menggaji seseorang ,untuk menjadi hansip atau satpam untuk mengamankan komplek perumahan kami , yang sehingga keamanan dapat terjaga dan kehidupan warga dapat terjamin keamanannya. 
Semua itu tak lepas dari kerjasama yang kompak dari setiap warga , gotong royong , saling menghargai antar warga , saling membantu , saling menjaga satu dengan yang lainnya , dan berantusias dalam menjaga keamanan lingkungan komplek perumahan kami .
2.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
   Antara lain faktor yang mempengaruhi tingkat keamanan di lingkungan kami:
·         Dari tingkat kesadaran warganya
Jika tingkat kesadaran akan keamanan lingkungan warganya tinggi maka sudah jelas kami akan selalu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan daerah komplek perumahan kami meski kadang terdapat kendala dari warganya itu sendiri , antara lain dari soal pekerjaan sampi gaya hidup warga yang berbeda-beda. Akan tetapi kendala tersebut dapat diatasi dengan saling mengerti akan hak dan kewajiban dalam menjadi warga di lingkungan ini .
·         Para pendatang yang datang di lingkunga kami yang kebanyakan membawa pengaruh pada lingkungan kami , tapi tidak semua pendatang membawa pengaruh yang jelek bagi keamanan di lingkungan kami, melainkan Cuma beberapa. Maka dari itu dari setiap pendatang yang datang hendaknya kami melakukan pendataan dan memberikan penyuluhan tentang peraturan yang harus dipatuhi  selama tinggal di lingkungan kami.
·         Ada juga factor social, ekonomi dan budaya
Jika tingkat social yang ada itu buruk bukannya tidak akan terjadi kesenjangan yang kemudian berimbas pada keamanan dilingkungan tersebut.
Begitu juga dengan factor ekonomi yang ada jika perekonomian di daerah tersebut lemah maka juga akan mengakibatkan timbulnya kegiatan kriminalitas demi untuk memenuhi kebutuhan hidup yang semakin bertambah.
Dan yang terakhir yaitu budaya , jika terjadi kesenjangan antar budaya yang ada di lingkungan itu maka tidak bisa dipungkiri kalau nantinya aka nada konflik budaya yang dapat berpengaruh pada keamanan lingkungan itu.
3.Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
   Untuk implikasi masyarakat dalam rangka menjaga ketahanan lingkungan mereka dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat kami , yaitu dalam bentuk kegiatan pos kamling , jaga malam , ronda dan menggaji petugas keamanan seperti hansip maupun satpam.
   Dengan begitu keikut sertaan warga dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh warga itu sendiri yaitu keamanan dan ketertiban lingkungan daerahnya terjamin.



      



- Nama
- Alamat

- Umur
- Status
- Jabatan di lingkungan
- Pendidikan terakhir
- Pekerjaan
; Bpk. Bambang Setyo
; Jemberlor , Patrang , Kab. Jember
  RT 02 / RW 02 , no 32
; 37 tahun
; Sudah menikah
; Warga
; SMK
; Pedagang bakso keliling

1.Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
Kepedulian masyarakat pada keamanan lingkungan sudah cukup baik seperti adanya pos ronda yang digilir tiap warga , serta melapor kalau ada orang asing dan menaati tatatertip lalu lintas dan masih banyak lagi tetapi hal tersebut masih perlu ditingkatkan karena masyarakat masih banyak yang belum memahami dan melaksanakan hal tersebut.
Secara keamanan itu merupakan sesuatu yang membawa pengaruh yang kompleks dalam sendi – sendi kehidupan masyarakat , karena dengan rasa aman kita bisa hidup dengan tenang tampa perlu kepikiran tentang masalah – masalah kriminalitas yang terjadi.
2.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
Untuk factor positf yang berpengaruh antara lain :
·         Jika rasa kesadaran tiap warga masyarakat peduli terhadap keamanan lingkungannya.
·         Kepedulian tokoh –tokoh masyarakat dalam membina dan mengadakan penyuluhan tentang pentingnya tentang keamanan lingkungannya.
·         Keinginan untung hidup nyaman tentran dan damai di lingkungannya sendiri.
·         Memberi contoh pada generasi muda tentang cara bermasyarakat yang baik dan  benar dengan memjunjung rasa kebersamaan dan gotong royong.
·         Kesiap siagaan para pelayan masyarakat dalam bertugas menjaga keamanan di lingkungan itu, seperti POLISI , TNI dan yang lainnya.
Banyak fator negatif yang berpengaruh seperi :
·         kurangnya rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkunganya sendiri
·         kurangnya sikap saling gotong royong untuk bersama sama menjaga lingkunganya
·         kurangnya sosialisasi tentang pentingnya keamanan di lingkungan masyarakat dari pihak yang berwenang
3.Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
Implikasinya masyarakat dalam rangka menjaga ketahanan lingkungan yang menyangkut tentang keamanan lingkungan tersebut sudah cukup bisa untuk dirasakan sendiri manfaatnya oleh warga itu sendiri. Misalnya dengan mempertahankan tradisi poskamling , ronda dan jaga malam, serta menggaji seseorang untuk menjadi petugas keamanan lingkungan sekitar tempat tinggalnya, seperti hansip atau satpam. Selain itu para warga juga bekerja sama dengan petugas berwenang untuk membantu memelihara ketahanan lengkungan tempat tinggal mereka terutama di bidang keamanan.
      




- Nama
- Alamat

- Umur
- Status
- Jabatan di lingkungan
- Pendidikan terakhir
- Pekerjaan
; Bpk. Hardjito
; Jemberlor , Patrang , Kab. Jember
  RT 02 / RW II , no 15
; 47 tahun
; Sudah menikah
; Warga
; SMK
; Satpam
1.Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
Menurut saya,kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan masih dibilang kurang dikarenakan masih adanya beberapa masyarak yang kurang berpartisipasi dalam menciptakan keamanan lingkungan masyarakat.
Adanya beberapa orang yang seperti itu akan sulit menciptakan keamanan secara keseluruhan karena ada beberapa orang yang tidak mau untuk menjaga keamanan orang yang tidak ikut andil dalam menciptakan keamanan bersama.
Hal seperti itulah yang menyebabkan tidak terciptantya keamanan secara keseluruhan dikarenakan tidak kompaknya beberapa orang dalam menciptakan keamanan lingkungan.

2.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
Factor yang memepengaruhi terciptanya keamanan adalah kerukunan antar warga agar tercipta keamanan.kerukunan akan membawa setiap warga kedalam kehidupan yang baik sehingga tercipta keamanan dalam hidup bermasyarakat.
Kerukunan adalah sumber utama dalam penciptaan keamanan,dengan adanya kerukunan akan tercipta gotong royong.dan dengan gotong royong itulah kita akan menjaga keamanan sehingga terjadi ketertiban.namun ada gotong royong tetapi tidak ada ketertiban tidak aka nada pula keamanan

3.Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
Untuk saat ini diharapkan masyarakat dapat berperan banyak dan ikut mengatasi masalah ketahanan lingkungan dengan cara mereka masing-masing





- Nama
- Alamat

- Umur
- Status
- Jabatan di lingkungan
- Pendidikan terakhir
- Pekerjaan
; Bpk. Eko Agung
; Jemberlor , Patrang , Kab. Jember
  RT 02 / RW 02 , no 67
; 48 tahun
; Sudah menikah
; Warga
; SMK
; Notaris
1.Sejauh mana kepedulian masyarakat dalam upaya mengatasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat?
Dimulai dari menjaga diri dan membuat langkah antisipasi serta saling peduli terhadap lingkungamn sekitar. dalam hal menjaga diri ini dimaksudkan adalah mebuat antisipasi apabila terjadi hal yg buruk untuk mencegah terjadinya tidak amanan.
Dengan adanya kepedulian masyarakat masing-masing akan hal keamanan minimal keamanan diri sendiri dengan sendirinya akan tercipta keamnan dilingkungan tersebut tanpa meninggalkan sikap gotong royong dalam membangun keamanan bersama.
Setelah terciptanya keamanan dalam suatu lingkungan masyarakat akan diikuti dengan terciptanya ketertiban dalam mastarakat tersebut.ketertiban tidak akan tercipta tanpa adanya keamanan.jadi factor keamanan juga mempengaruhi terciptanya ketertiban dalam lingkungan masyarakat.


2.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat?
1. Usia 
Faktor yang satu ini sangat besar pengaruhnya terhadap keamanan. Dimana perbedaan usia juga sangat berpengaruh,salah satunya adalah banyak anak muda yang mengabaikan keamanan dalam hal bergaul.pergaulan anak muda zaman sekarang sangat rawan sekali.banyak anak muda yang melakukan tawuran tanpa memperdulikan apa penyebab dari perbuatan tersebut terhadap keamanan sekitar.
 

2. Gaya Hidup 
Faktor gaya hidup juga berpengaruh atas keamanan dan ketertiban.dalm hal factor ini akan menciptakan banya hal yang terjadi pada seseorang.pada seseorang  yang gaya hidupnya glamor akan mengundang banyak niat tidak baik terhadap orang tersebut.dengan gaya hidup demikian maka aka nada ancaman keamanan terhadap orang itu contohnya seperti perampokan dll. 

3. Tingkat kesadaran 
Tingkat kesadaran sangat berpengaruih terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.tanpa kesadaran maka keamanan tidak akan tercipta begitu jyga dengan ketertiban.
kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan keamanan dilingkungan masyarakat seperti dengan mengadakan ronda,jadi lingkungan akan terjaga keamanannya.
 


3.Bagaimana implikasi masyarakat tentang ketahanan lingkungan yang menyangkut keamanan?
Implikasi yang diperlukan oleh masyarakat ialah dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang menjuru kepada proses keamanan masyarakat seperti mengadakan ronda malam disetiap lingkungan masyarakat.
Dengan diadakannya kegiatan seperti itu akan tercipta keamanan yang diikuti dengan terciptanya ketertiban dimasyarakat tersebut





BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dalam kehidupan bermasyarakat sekarang tingkat keamanan dan ketertiban semakin lama semakin menghawatirkan karena kita ketahui bersama tingkat kriminalitas semakin tinggi, kejadian ini merupakan dari dampak perekonomian maupun bidang lainnya. Maka dari itu sebagai generasi penerus kita mempunyai pemikiran untuk melakukan survei di masyarakat sekitar dalam bidang keamanan dan ketertiban, sehingga kita dapat mengetahui apa saja factor-faktor yang menjadi permasalahan keamanan dan ketertiban di masyarakat, dan solusi untuk mengatasinya.
  Hal yang masih dihadapi dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah masih tingginya angka kriminalitas seperti pencurian, penipuan, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, kejahatan susila, sampai dengan kasus-kasus pembunuhan. Secara internal aparat keamanan khususnya Polri masih menghadapi dinamika tata hubungan antaranggota Polri seperti kasus penembakan sesama anggota Polri, keterlibatan dalam tindak kriminal, atau terdeteksinya aspek kelayakan psikologis dalam memegang senjata. Secara eksternal, tingkat kepercayaan masyarakat juga mengalami dinamika terkait dengan berbagai pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh anggota Polri. Tindakan yang berlebihan dalam menangani aksi demonstrasi, kekurangtaatan prosedur penindakan, atau masih mengemukanya arogansi sebagian anggota Polri dalam menghadapi kasus-kasus hukum di masyarakat akan berpengaruh terhadap validitas angka kriminalitas yang terjadi.

Berdasarkan berbagai permasalahan yang timbul, tantangan yang dihadapi dalam rangka meningkatkan keamanan, ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas adalah menurunkan tingkat kriminalitas agar aktivitas masyarakat dapat berjalan secara wajar. Keberhasilan dalam menurunkan tingkat kriminalitas akan menjadi landasan bagi keberlangsungan pembangunan secara keseluruhan. Di samping itu, profesionalitas aparat keamanan dalam menyelesaikan kasus kriminal, mengungkap jaringan kejahatan transnasional, mencegah terjadinya konflik komunal, mengamankan laut dari gangguan keamanan dan pencurian kekayaan negara merupakan determinan penting bagi kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap iklim investasi di Indonesia. Selanjutnya, pembenahan secara internal terkait dengan disiplin para anggota Polri yang cenderung menurun merupakan salah satu tantangan dalam meningkatkan citra kepolisian di masyarakat.



4.2 Saran
Saran yang dapat saya berikan agar praktikum dapat berjalan dengan lancar dan agar mahasiswa dapat lebih memahami praktikum ini antara lain :
1.      Menanamkan pemahaman tentang keamanan dan ketertiban perlu mulai dari diri masing-masing individu, kemudian ditingkatkan pada lingkungan keluarga, pendidikan, permukiman, dan pekerjaan. Aspek keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama dari semua anggota masyarakat ,maka kerjasama yang harmonis antara institusi terkait dan masyarakat sangat dibutuhkan. Apabila terjadi gangguan di bidang keamanan dan ketertiban, maka penanganan terhadap setiap permasalahan perlu dilakukan secara terkoordinasi, karena selama ini masih nampak bahwa penanganan terhadap berbagai kasus yang terjadi di bidang keamanan berlangsung secara sepihak.
2.      Untuk mendukung terselanggaranya program pembangunan di bidang keamanan dan ketertiban, maka perlu dilakukan pendekatan kepada masyarakat secara persuasif. Melalui pendekatan persuasif dapat memperluas wawasan dari masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan yang tinggi di kalangan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan yang tinggi di kalangan masyarakat untuk dapat mengatasi permasalahan keamanan dan ketertiban yang timbul dari dalam maupun yang datang dari luar lingkungan.

3.      Lakukan pemilihan nara sumber yang mempunyai banyak andil dalam kegiatan di lingkungannya seperti RT dan RW , Hansip , dan warga yang aktif di dalam kegiatan poskamling.
4.      Lebih teliti dalam pemilihan wilayah yang akan didata karena tiap daerah mempunyai tingkat keamanan yang berbeda.
5.      Pada waktu proses wawancara atau proses pembelajaran jangan bersenda gurau agar tidak dinilai buruk sikap kita terhadap masyarakat.Pemberian solusi yang terbaik dalam mengatasi problem yang timbul di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar